" />

IATMI SM-UIR

Ikatan ahli teknik perminyakan indonesia
seksi mahasiswa
universitas islam riau

News Post New Entry

Jenis-jenis Lumpur Pemboran

Posted by Dedeng Mailana on August 27, 2010 at 4:45 AM

I. JENIS – JENIS LUMPUR PEMBORAN

ZABAdan DOHERTY (1970) mengklasifikasikan lumpur bor terutama berdasarkanfasa fluidanya : air (water base), minyak (oil base) atau gas, sebagaiberikut :

I. Fresh Water Muds (lumpur air tawar)

a. Spud

b. Natural atau Native (alamiah)

c. Bentonite – treated

d. Phospate – treated

e. Organic coloid – treated

f. “Red” atau alkaline – tannate treated

g. Calcium muds

1. Lime – treated

2. Gypsum – treated

3. Calcium – (selain 1 & 2) - treated

II. Salt Water Muds (air asin)

a. Unsaturated salt water

b. Saturated salt water

c. Sodium silicate

III. Oil in Water Emulsion

a. Fresh Water (air tawar)

b. Salt Water (air asin)

IV. Oil Base dan Oil Base Emulsion Muds

V. Gaseous Drilling Fluids

a. Udara atau Natural gas

b. Aerated Muds

 

I. FRESH WATER MUDS

Adalahlumpur yang fasa cairnya adalah air tawar dengan (kalau ada) kadargaram yang kecil (kurang dari 10000 ppm = 1 % berat garam). Jenis-jenislumpur fresh water muds adalah : Spud Mud, Natural Mud, Bentonite –treated mud, Phosphate treated mud, Organic colloid treated mud, “Red”mud, Calcium mud, Lime treated mud, Gypsum treated mud dan Calcium salt.

A.Spud Mud, adalah lumpur yang digunakan pada pemboran awal atau bagianatas bagi conductor casing. Fungsi utamanya adalah untuk mengangkatcutting dan membuka lubang di permukaan.

B. Natural Mud, yaitudibentuk dari pecahan-pecahan cutting dalam fasa cair, sifat-sifatnyabervariasi tergantung formasi yang di bor. Lumpur ini digunakan untukpemboran yang cepat seperti pemboran pada surface casing.

C.Bentonite – treated Mud, yaitu mencakup sebagian besar dari tipe-tipeair tawar. Bentonite adalah material paling umum yang digunakan untukkoloid inorganic yang berfungsi mengurangi filtrate loss dan mengurangitebal mud cake. Bentonite juga menaikkan viscositas.

D. Phospatetreated Mud, yaitu mengandung polyphospate untuk mengontrol viscositasgel strength dan juga dapat mengurangi filtrate loss serta mud cakedapat tipis.

E. Organic colloid treated Mud, terdiri dari penambahanpregelatinized starch atau carboxymethyl cellulose pada lumpur yangdigunakan untuk mengurangi filtration loss pada fresh water mud.

F.Red Mud, yaitu mendapatkan warnanya dari warna yang dihasilkan olehtreatment dengan cautic soda dan gueobracho (merah tua). Jenis lumpurini adalah alkaline tannate treatment dengan penambahan polyphospateuntuk lumpur dengan pH dibawah 10.

G. Calcium Mud, yaitu lumpur yangmengandung larutan calcium (di sengaja). Calcium bisa ditambah denganbentuk slake lime (kapur mati), semen, plaster (CaSO4) atau CaCl2.

 

II. SALT WATER MUD

Lumpurini digunakan terutama untuk membor garam massive (salt dome) atau saltstringer (lapisan formasi garam) dan kadang-kadang bila ada aliran airgaram yang terbor. Filtrate loss-nya besar dan mud-cake-nya tebal bilatidak ditambah organic colloid, pH lumpur dibawah 8, karena itu perlupresentative untuk menahan fermentasi starch. Jika salt mudnyamempunyai pH yang lebih tinggi, fermentasi terhalang oleh basa.Suspensi ini bisa diperbaiki dengan penggunaan attapulgite sebagaipengganti bentonite. Adapun jenis-jenis lumpur salt water mud adalah :Unsaturated salt water mud, Saturated salt-water mud danSodium-Silicate muds.

 

III. OIL-in-WATER EMULTION MUDS (EMULSION MUD)

Padalumpur ini, minyak merupakan fasa tersebar (emulsi) dan air sebagaisebagai fasa kontinu. Jika pembuatannya baik, filtratnya hanya air.Sebagai dapat digunakan baik fresh maupun salt water mud. Sifat-sifatfisik yang dipengaruhi emulsifikasi hanyalah berat lumpur, volumefiltrat, tebal mud cake dan pelumasan. Segera setelah emulsifikasi,filtrate loss berkurang. Keuntungannya adalah bit yang lebih tahanlama, penetration rate naik, pengurangan korosi pada drillstring,perbaikan pada sifat-sifat lumpur (viskositas dan tekanan pompaboleh/dapat dikurangi, water loss turun, mud cake tipis) dan mengurangiballing (terlapisnya alat oleh padatan lumpur) pada drillstring.Viskositas dan gel lebih mudah dikontrol bila emulsifiernya jugabertindak sebagai thinner.

Fresh water oil-in-water emulsion mudsadalah lumpur yang mengandung NaCl sampai 60,000 ppm. Lumpur emulsi inidibuat dengan menambahkan emulsifier (pembuat emulsi) ke water base muddiikuti dengan sejumlah minyak yang biasanya 5 – 25% volume. Jenisemulsifier bukan sabun lebih disukai karena ia dapat digunakan dalamlumpur yang mengandung larutan Ca tanpa memperkecil emulsifiernya dalamhal efisiensi. Emulsifikasi minyak dapat bertambah dengan agitasi(diaduk).

 

IV. OIL BASE DAN OIL BASE EMULSION MUD

Lumpurini mengandung minyak sebagai fasa kontinunya. Komposisinya diatur agarkadar airnya rendah (3 – 5% volume). Relatif lumpur ini tidak sensitifterhadap kontaminan. Tetapi airnya adalah kontaminan karena memberiefek negatif bagi kestabilan lumpur ini. Untuk mengontrol viskositas,menaikkan gel strength, mengurangi efek kontaminasi air dan mengurangifiltrate loss, perlu ditambahkan zat-zat kimia.

Manfaat oil base muddidasarkan pada kenyataan bahwa filtratnya adalah minyak karena itutidak akan menghidratkan shale atau clay yang sensitif baik terhadapformasi maupun formasi produktif (jadi ia juga untuk completion mud).Kegunaan terbesar adalah pada completion dan work-over sumur. Kegunaanlain adalah untuk melepaskan drillpipe yang terjepit, mempermudahpemasangan casing dan liner.

Oil base emulsion dan lumpur oil basemempunyai minyak sebagai fasa kontinu dan air sebagai fasa tersebar.Umumnya oil base emulsion mud mempunyai manfaat yang sama seperti oilbase-mud, yaitu filtratnya minyak dan karena itu tidak menghidratkanshale/clay yang sensitif. Perbedaan utamanya adlah bahwa airditambahkan sebagai tambahan yang berguna (bukan kontaminan). Air yangteremulsi dapat antara 15 – 50% volume, tergantung densitas dantemperatur yang diinginkan (dihadapi dalam pemboran). Karena airmerupakan bagian dari lumpur, maka lumpur ini dapat mengurangi bahayaapi, dan pengontrolan flow propertinya dapat seperti water base mud.

 

 

V. GASEOUS DRILLING FLUID

Digunakanuntuk daerah-daerah dengan formasi keras dan kering. Dengan gas atauudara dipompakan pada annulus, salurannya tidak boleh bocor.

Keuntungancara ini adalah penetration rate lebih besar, tetapi adanya formasi airdapat menyebabkan bit balling (bit dilapisi cutting/padatan) yangmerugikan. Juga tekanan formasi yang besar tidak membenarkandigunakannya cara ini. Penggunaan natural gas membutuhkan pengawasanyang ketat pada bahaya api. Lumpur ini juga baik untuk completion padazone-zone dengan tekanan rendah.

Suatu cara pertengahan antaralumpur cair dengan gas adalah aerated mud drilling dimana sejumlahbesar udara (lebih dari 95%) ditekan pada sirkulasi lumpur untukmemperendah tekanan hidrostatik (untuk lost circulation zone),mempercepat pemboran dan mengurangi biaya pemboran.

 

II. ADDITIVE LUMPUR PEMBORAN

 

Additivelumpur pemboran adalah material-material yang ditambahkan untuk merawatlumpur agar sesuai sifat-sifatnya dengan yang dibutuhkan.

A. Material Pemberat Lumpur

Materialyang ditambahkan untuk menaikkan berat jenis lumpur atau disebut jugadengan weight material. Seperti : Barite atau Barium Sulfate, CalciumCarbonate untuk oil base mud dan Galena.

B. Material Pengental Lumpur

Zatkimia pengental lumpur merupakan bahan untuk menaikkan viskositas darilumpur bor. Material ini termasuk viscosifier. Seperti : Wyomingbentonite, High Yielding Clay, Attapulgite clay untuk salt water muddan Extra high yield bentonite.

C. Material Pengencer Lumpur

Zatkimia pengencer lumpur ini makdusnya adalah zat kimia yang digunakanuntuk menurunkan viskositas lumpur bor atau disebut juga Thinner.Seperti : Chrome lignosulfonate, Alkaline lignite, Sodium AcidPyrophospate, dll.

D. Filtration Loss Control Agent

FiltrationLoss Control Agent maksudnya adalah bahan-bahan untuk mengurangifiltration loss dan menipiskan mud cake. Seperti : PregelatinizedStarch, Sodium Carboxymethylcellulose, dll.

E. Lost Circulation Material

Bahanini untuk menyumbat bagian yang menimbulkan lost circulation. Jadibahan untuk menghentikan lost circulation. Seperti : Blended Fiber,Graded Mica, Ground walnut hulls, dll.

 


Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

You must be a member to comment on this page. Sign In or Register

0 Comments

Realtime Clock

Upcoming Events

No upcoming events

Recent Videos

No recent videos